Simple Spring dengan Netbeans.
October 25, 2011 9 Comments
Pada tulisan ini saya akan menjelaskan sedikit mengenai Spring yang merupakan framework di Java dengan kategori integration. Pemahaman mengenai spring lebih lanjut bisa dilihat langsung disini. Contoh yang akan saya buat kali ini adalah membalik isi String. Kita coba praktekan saja apa keuntungan yang didapat dari Spring lewat contoh sederhana tersebut.
1. Buatlah project baru dengann nama misalnya “SimpleSpring”
2. Tambahkan library Spring Framework 2.5.6 (versi yang tersedia pada Netbeans 7.0)
3. Buat kelas baru dengan nama misal “ReverseString” didalam package “com.spring”. Kemudian modifikasi kelas ReverseString dengan isi seperti berikut ini :
package com.spring;
/**
*
* @author vyoroppier
*/
public class ReverseString {
private StringBuilder builder;
private String teks;
public void setBuilder(StringBuilder builder) {
this.builder = builder;
}
public void setTeks(String teks) {
this.teks = teks;
}
public String getTeks() {
builder.append(teks);
return builder.reverse().toString();
}
}
4. Buat konfigurasi spring dengan nama “springcontext.xml” yang ditaruh didalam package “com.spring”, kemudian modifikasi isinya seperti berikut :
<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?> <beans xmlns="http://www.springframework.org/schema/beans" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.springframework.org/schema/beans http://www.springframework.org/schema/beans/spring-beans-2.5.xsd"> <bean id="stringBuilder" class="java.lang.StringBuilder"/> <bean id="reverseString" class="com.spring.ReverseString"> <property name="builder" ref="stringBuilder"/> <property name="teks" value="Hello World"/> </bean> </beans>
Jika diperhatikan pada konfigurasi springcontext tadi bahwa kita memberitahukan kepada spring bahwa ada kelas yang namanya “ReverseString” dengan property “builder” dan “teks”, dimana didalam kelas tersebut nantinya tidak perlu kita buatkan object baru dari kelas StringBuilder dan variabel teks karena nantinya spring yang akan mengisi kedua property ini. Property “builder” ini sendiri didalam konfigurasi spring di referensikan ke kelas java.lang.StringBuilder. Kemudian nama bean dari kelas ReverseString adalah “reverseString”.
5. Selajutnya kita buatkan kelas untuk mengakses spring tersebut misal dengan nama “Main”. Modifikasilah isinya seperti berikut ini :
package simplespring;
import com.spring.ReverseString;
import org.springframework.context.ApplicationContext;
import org.springframework.context.support.ClassPathXmlApplicationContext;
/**
*
* @author vyoroppier
*/
public class Main {
public static void main(String[] args) {
ApplicationContext applicationContext =
new ClassPathXmlApplicationContext("com/spring/springcontext.xml");
ReverseString reverseString = (ReverseString) applicationContext.getBean("reverseString");
System.out.println(reverseString.getTeks());
}
}
Jika diperhatikan pada source code diatas, object dari kelas ReverseString tidak perlu dibuatkan karena spring yang sudah secara otomatis mengkonfigurasikan dan membuat object dari kelas tersebut. Dengan demikian keuntungan yang dimiliki adalah kita tidak perlu repot-repot membuat object untuk kelas yang dimaksud dan mengatur bagaimana object itu berperilaku misal hanya bisa dibuat sekali saja, kalo sudah ada ga usah dibuat lagi. Jika menggunakan coding konvensional panjang baris perintahnya, dengan spring sudah secara otomatis di manage
Happy coding.
Contoh implementasinya buat apa nih pak? masih bingung
spring itu framework untuk category integration. Pemakaiannya itu pada sisi infrastruktur aplikasi… lebih memudahkan dalam develop aplikasi. coding jadi lebih simple, dan terstruktur.
Owh, Spring Integration, wah saya blum sampe situ pak, baru ngulik Spring Web… hihi
Kalau udah jadi baru diusahakan terstruktur-able deh
ditunggu spring-spring lainnya pak…
.siiipppp……
Menurut saya sama saja… yang kamu pelajari sekarang ya itu juga untuk managemen biar aplikasi terstruktur. Fokus ke MVC nya ??
Iya kak, memang lebih terstruktur dari sisi data layer, business logic, view nya. Mapping controller MVC nya mudah banget! Bikin beberapa class dgn anotasinya, simpan di satu package, langsung bisa di arahin scan di package tsb. Saking banyaknya library di project sampe2 first load nya beratttttt, hahaha…
Next topic apa nih kak? Spring ORM? hehe
Kalo berat ya kamu config untuk taruh di tomcat saja… nanti waktu mau deploy cukup source codenya saja.
Untuk topik berikut, masih cari2 waktu kosong dulu…
Pingback: SPRING FRAMEWORK « DARUAMANDA'S BLOG
@http://daruamanda.wordpress.com/ : Terima kasih sudah sharing tulisan disini.. Nice blog